Salib Putih milik SAH Sinode GKJ

diambil dari website sinode GKJ  http://www.gkj.or.id/?pilih=lihat&id=118

Salib Putih
Kamis, 13 Maret 08 – oleh : admin

Syukur kepada Tuhan untuk berkatNya, maka bulan Desember 2007 lalu pengurusan perpanjangan sertifikat hak guna usaha atas 89 Ha tanah perkebunan Salib Putih yang dikelola oleh PT Rumeksa Mekaring Sabda sudah turun, diperpanjang HGU sampai tahun 2033 atau 25 tahun yang akan datang. Pihak PT Rumeksa, Yayasan Sosial Kristen Salib Putih dan Sinode GKJ selama ini memilih jalur prosedur legal-formal guna pengurusan HGU tanah, dan bersikap diam terhadap polemik yang terjadi di media massa, oleh sekelompok pihak yang mengatasnamakan umat Islam Salatiga, yang juga meminta hak pengelolaan atas tanah tersebut, bahkan dengan demo dan pengerahan massa mendesak Pemerintah Kotamadya Salatiga.

Status hukum pengelolaan kawasan Salib Putih oleh PT Rumeksa Mekaring Sabda dan Sinode GKJ sangat kuat karena: Sudah dikelola sejak tahun 1902 untuk usaha pelayanan sosial Kristen. Sejak 1952 dengan akte notaris sudah diserahkan dari Keluarga Th. van Emmerick kepada Sinode GKJ (Pdt. B. Probowinoto). Selama ini sudah dikelola dengan memberdayakan warga sekitar, ada 256 keluarga yang ikut bekerja mengelola kebun Salib Putih. Dan status sertifikat HGU memberikan hak penguasaan, dan pengelolaan sepenuhnya kepada Salib Putih, dilindungi oleh Undang-undang dan hukum

Untuk selanjutnya, doakan:

1. Kesabaran, kebijaksanaan, dan kecerdikan terkhusus bagi saudara-saudara yang secara langsung mengurusi masalah ini, dalam berhubungan dengan pemerintah, maupun dengan semua pihak yang terkait dengan masalah Salib Putih.

2. Tindak lanjut pengelolaan Salib Putih agar dapat memberi manfaat yang lebih besar guna mendukung pelayanan sosial di Yayasan Sosial Kristen Salib Putih, Sinode GKJ, dan masyarakat di sekitar.

3. Pengembangan Pondok Remaja dan penyempurnaan agrowisata Salib Putih.

Selebaran yang pernah beredar, tentang Salib Putih

selebaran

Tanah Salib Putih

Friend-friend…..

Tanah Salib Putih mau diminta sebagian (separuh lebih) oleh pihal Muslim, dengan alasan bahwa sudah sekian lama tanah itu “dikuasai” pihak Kristen, jadi saatnya kini gantian pihak Muslim dapat jatah.

Fren-fren….

Kalau gitu alasannya, apakah mungkin nanti ada gereja di Salatiga, karena sudah sekian puluh tahun dipakai untuk gereja, trus akan diminta untuk dijadikan masjid?

kabarnya FPI juga mau “turun lapangan” bedemo soal tanah Salib Putih.

Gue cuma heran.. apa nanti kalau misalnya Salib Putih jadi dikuasai pihak Muslim, namanya akan diubah menjadi BULAN SABIT PUTIH?

Gue hanya agak gimana gitu dengan yang bikin website http://infosalatiga.wordpress.com , yang cita-citanya membuat Salatiga menjadi kota santri.

Bukankah Salatiga sudah terkenal dengan banyaknya gereja, juga terkenal dengan keberadaan Kelenteng Ho Tek Bio di Jalan Sukowati

Tetapi ada desas-desus juga bahwa persoalan tuntutan sebagian warga Muslim terhadap tanah Salib Putih, masih ada hubunganya dengan calon Walikota yang gagal, Bambang Sutopo, yang memang dari berita yang ada di selebaran jaman pemilihan Walikota dulu, salah satu agendanya adalah “merebut” sebagian tanah Salib Putih dari pihak Kristen.

Jadi bisa saja gerakan-gerakan untuk menuntut tanah Salib Putih ada hubungannya dengan Pak Topo.

Walahualam

Halo semua……………………….

Met datang di blog gue…

nih blog buat iseng-iseng nanggepin berita-berita seputar Salatiga, kota tercinta

harapan gue, berita di sini sedikit membantu para netter mengetahui Salatiga dari berbagai sisi, agar tambah pening memikirkan Salatiga yang deket dengan Rawa Pening ini

 Selamat mencicipi menu yang gue sajikan, jika mau pesan menu yang lain, bisa gue antar ke tempat tinggalmu